Kementrian KOMINFO Himbau Warganya Untuk Uninstall VPN

Kementrian Kominfo Himbau Warganya Untuk Uninstall VPN
ILUSTRASI VPN . Photo :Pixabay
Kementerian Kominfo atau Komunikasi dan Informatika menghimbau warganya untuk menghapus aplikasi virtual private network (VPN)  yang sudah di install di Gadget mereka setelah pembatasan akses ke media sosial dan pesan instan dicabut per Sabtu (25 mei).

"Kementerian Kominfo mengimbau agar pengguna telepon seluler atau gadget dan perangkat lain segara menghapus pemasangan (uninstall) aplikasi virtual private network (VPN) agar terhindar dari risiko pemantauan, pengumpulan hingga pembajakan data pribadi pengguna," ujar Kominfo dalam keterangan pers pada Sabtu kemarin (25 mei ).

Aplikasi VPN banyak digunakan netizen agar tetap bisa menggunakan sosial media setelah pembatasan pada Rabu (22 mei ).

Apasih Aplikasi VPN dan Bagaimana Cara kerjanya ?

VPN atau Virtual Private Network adalah  layanan koneksi yang memberikan Anda akses ke website lain secara aman dan bersifat pribadi  dengan mengubah jalur koneksi melalui server dan menyembunyikan pertukaran data yang terjadi.
Baca Juga : Resiko Memakai VPN Untuk Akses Internet dan Mobile Banking Yang Perlu Kamu tahu
Cara kerja VPN sederhananya adalah melakukan enkripsi pertukaran data bahkan sebelum koneksi publik di tempat kopi atau warung  internet membacanya. Ketika terhubung dengan internet menggunakan koneksi VPN itu seperti mengakses internet menggunakan lorong khusus, tidak menggunakan jaringan utama.


Walau sebenarnya banyak manfaat yang didapat ketika anda menggunakan VPN , namun penggunaan VPN, menurut pengamat keamanan siber Alfons Tanujaya juga memiliki banyak risiko.
Di antaranya, pencurian data, disusupi malware, serta membuat profil pengguna.

"Kalau (VPN) dipakai dalam jangka waktu lama profil kita bisa ketahuan. Misal ketahuan kita suka otomotif, pilihan politik seperti apa, bisa disalahgunakan kayak kasus Cambridge Analytica," kata Alfons ketika dihubungi beberapa hari lalu.
Baca Juga :
Pembatasan media sosial sendiri dilakukan oleh pemerintah untuk membatasi penyebaran foto atau video untuk mencegah penyebaran berita palsu dan hoaks terkait kerusuhan 22 Mei lalu.

Namun pembatasan itu dicabut pada Sabtu siang setelah situasi dianggap sudah kembali kondusif.

"Situasi pasca kerusuhan sudah kondusif sehingga pembatasan akses fitur video dan gambar pada media sosial dan instant messaging difungsikan kembali," jelas Menteri Kominfo Rudiantara lewat pernyataan pers.

0 Response to "Kementrian KOMINFO Himbau Warganya Untuk Uninstall VPN"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel