Viral Tagar AgeChallenge Dengan Aplikasi FaceApp dan Bahaya Penyalahgunaan Photo dimasa Mendatang

Viralnya tagar #AgeChallenge tentang perubahan wajah dari drastis dari muda menjadi tua keriput atau bahkan menjadi terlihat lebih muda menggunakan aplikasi 'FaceApp' menyisakan banyak tanda tanya besar.

Pasalnya,salah satu yang paling menjadi perhatian adalah tentang perlindungan data pribadi.

Dikutip dari Kompascom, di balik ramainya tantangan tersebut, ada bahaya tersembunyi yang mengintai para pengguna media sosial yang menggunakan aplikasi FaceApp itu sendiri. Meski ada bahaya yang mungkin mengintai, tak ada orang yang peduli tetang perlindungan data pribadi ini. Di Indonesia sendiri, perkara perlindungan data pribadi ini telah menjadi perhatian pemerintah. Komitmen pemerintah terlihat dalam penggodokan Rancangan Undang-undang Perlindungan Data Pribadi (PDP).


RUU PDP ini mendapat sambutan dari jaringan penggerak kebebasan berekspresi online se-Asia Tenggara (SAFEnet).
Viral Tagar AgeChallenge Dengan Aplikasi FaceApp dan Bahaya Penyalahgunaan Photo dimasa mendatang
Credit:womensweekly

"Memang pemerintah sedang membahas Rancangan Undang-undang Perlindungan Data Pribadi" ungkap Damar Juniarto, Direktur Eksekutif SAFEnet saat dihubungi Kompas.com, Kamis (18 juli 2019) malam.

Damar juga menjelaskan rancangan RUU ini terakhir disusun bulan April 2019 lalu. Meskipun begitu, menurutnya, RUU ini lebih banyak yang mendukung ini difokuskan pada data pribadi dalam hubungan komoditi ekonomi.

 "Saya dapat meminta izin data pribadi juga lebih disukai di pihak keamanan bagi seseorang dalam mengakses internet," ujar Damar.

"Kenapa demikian? Karena data pribadi ini terkait dengan jati diri seseorang, demikian halnya dengan aspek virtual yang harus juga dilindungi," tegasnya.

Dikutip dari CNN , Pengamat keamanan siber Alfons Tanujaya menanggapi polemik yang ditimbulkan aplikasi FaceApp. Menurutnya, masyarakat tidak begitu memahami berapa besar potensi bahaya dari pengumpulan data wajah pengguna ini.
Menurutnya, data wajah di era Big Data ini sangat signifikan. Selain jika membuat banyak aplikasi yang menggunakan wajah sebagai metode autentikasi.

"Dalam era Big Data ini, kita tidak tahu apa potensi bahayanya data yang menurut kita simpel saja seperti data wajah. Beberapa data berharga wajah kita. Sebutnya sidik wajah. Karena sekarang sudah banyak aplikasi yang mampu menggunakan wajah menggunakan metode autentikasi," kata Alfons saat dihubungi CNNIndonesia.com, Jumat (19/7).

Banyak negara menyerukan agar aplikasi pengeditan wajah buatan Rusia ini diselidiki. Penyelidikan ini terkait kecurigaan jika aplikasi ini melepaskan privasi dan bisa mengalihkan keamanan nasional di negara itu.

Pasalnya aplikasi ini dianggap tidak bertanggung jawab dengan data foto pengguna yang diunggah ke aplikasi itu. Dalam perjanjian pengguna akhir (EULA) di aplikasi tersebut, perusahaan yang dituju memiliki hak atas apa pun yang dibuat pengguna.

"Jika kita memberikan hak menggunakan wajah kita ke aplikasi mungkin kita perlu mempertimbangkan di masa depan dengan sidik wajah ini. Menghadapi wajah kita di gabungkan atau digunakan untuk membuat identitas yang bisa membuat kita dalam masalah," jelasnya.

Selain itu, ia meminta masyarakat perlu memperhatikan Perjanjian Lisensi Pengguna Akhir (EULA) sebelum menginstal aplikasi. EULA sendiri merupakan perjanjian antara pembuat aplikasi perangkat lunak dan aplikasi pengguna.

"Untuk aplikasi FaceApp pada prinsipnya adalah aplikasi yang menjalankan fungsi memanipulasi gambar dengan metode gambar dengan metode tertentu menjadi menarik. Yang perlu diperhatikan setiap kali menginstal aplikasi adalah EULA (perjanjian lisensi pengguna akhir) dan bonafiditas perusahaan pembuat aplikasinya," tambahnya.

0 Response to "Viral Tagar AgeChallenge Dengan Aplikasi FaceApp dan Bahaya Penyalahgunaan Photo dimasa Mendatang"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel